Konnas Basastra III

Daftar Pemakalah Pendamping Lolos Seleksi
klik di sini

KONFERENSI NASIONAL BAHASA DAN SASTRA III

TEMA

Memajukan Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia serta Pengajarannya dalam Upaya Meningkatkan Daya Saing Indonesia dalam Konteks Masyarakat Ekonomi ASEAN

Menjelang pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2016, perbincangan tentang kerja sama dan persaingan ekonomi di antara negara-negara ASEAN tersebut semakin sering didengungkan. Berbagai pendapat, khususnya tentang kesiapan Indonesia dalam memasuki era tersebut mulai bermunculan, baik yang bernada optimis maupun pesimis. Optimisme muncul dengan melihat berbagai kekuatan yang dimiliki Indonesia. Namun, pandangan yang bernada pesimis pun banyak bermunculan, khususnya tentang dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari penerapan MEA tersebut.

Perbincangan di kalangan masyarakat bahasa pun mulai menyeruak. Eksistensi bahasa Indonesia dipertaruhkan dalam era tersebut mengingat akan terjadi lalu lintas barang dan SDM antarnegara anggota ASEAN. Lantas, bahasa apa yang akan digunakan sebagai bahasa komunikasi lintas negara tersebut? Bahasa Inggris atau bahasa yang ada di ASEAN? Ada banyak suara yang mengharapkan bahasa Indonesialah yang dijadikan bahasa persatuan di tingkat ASEAN. Jumlah penutur bahasa Indonesia yang paling banyak menjadi salah satu alasannya. Bahasa Indonesia juga sudah banyak dipelajari di Australia, Thailand, dan Vietnam. Selain itu, bahasa Indonesia satu rumpun dengan bahasa Melayu yang digunakan di Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam sehingga dipandang memiliki struktur yang tidak jauh berbeda. Sejarah perjalanan bahasa Indonesia yang telah mampu menyatukan beragam etnis di Indonesia merupakan fakta tak terbantahkan yang dapat memperkuat cita-cita tersebut. Namun, terlepas dari alasan-alasan yang dikemukakan di atas, ada pertanyaan yang cukup mendasar, yakni sudah siapkah bahasa Indonesia menjadi bahasa ASEAN?

Adalah suatu keuntungan besar apabila bahasa Indonesia dipilih menjadi bahasa ASEAN. Kesempatan bekerja di dalam dan luar negeri menjadi semakin terbuka bagi tenaga kerja Indonesia.

Sejenak melupakan cita-cita di atas, yang harus dipikirkan bersama saat ini adalah bagaimana upaya memajukan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia dalam rangka meningkatkan daya saing Indonesia menghadapi MEA. Hal inilah yang melatarbelakangi Program Studi S-3 Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana FKIP Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Seminar Internasional Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia serta Pengajarannya. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan akan tumbuh kesadaran bersama untuk memajukan bahasa, sastra, dan budaya Indonesia dalam rangka menghadapi MEA.

Pembicara Utama Seminar

Christopher A. Woodrich, M.A. (International Indonesia Forum/Wikepedia Indonesia) “Revitalisasi Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia dalam Menghadapi Era Globalisasi”
Prof. Dr. Setyo Yuwono Sudikan, M.Pd. (Universitas Negeri Surabaya)
Drs. Pardi Suratno, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah)
Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M. Pd. (Kepala Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS) “Meningkatkan Mutu Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah dan Perguruan Tinggi”

Waktu dan Tempat

Hari, tanggal : Sabtu, 31 Oktober 2015

Waktu : Pukul 07.30 s.d. 13.00 WIB

Tempat : Auditorium Gedung F FKIP Universitas Sebelas Maret

Jalan Ir. Sutami 36 A Surakarta Indonesia

Ketua Panitia

Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd.